Karanganyar,kabarterkininews.co.id

Warga Sukosari mengeluhkan kondisi air PAMSIMAS yang diduga telah tercemar dan tidak layak konsumsi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan dampak limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari yang hingga kini dinilai belum dikelola secara optimal.
Akibat kondisi itu, ratusan kepala keluarga terpaksa membeli air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak sehari-hari. Warga menyebut, kualitas air di beberapa titik mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan dan menimbulkan kekhawatiran untuk dikonsumsi.
Di Dusun Melikan, Suko, dan Sukosari, terdapat tujuh titik PAMSIMAS yang selama ini digunakan masyarakat. Namun dari tujuh titik tersebut, hanya tiga titik yang disebut masih berfungsi dengan baik. Sementara empat titik lainnya dinilai sudah tidak layak konsumsi.
Kondisi tersebut berdampak pada sembilan RT dengan jumlah sekitar 380 kepala keluarga atau lebih dari seribu jiwa. Warga menduga pencemaran air berasal dari kontaminasi limbah tumpukan sampah di TPA Sukosari.
Ketua RT setempat, Parjoko, mengatakan warga berharap segera ada penanganan serius terhadap persoalan air bersih dan pengelolaan TPA Sukosari agar kondisi tidak semakin memburuk.
Karena tidak berani mengonsumsi air PAMSIMAS, warga kini bergantung pada air galon isi ulang. Dalam sehari, satu keluarga disebut dapat menghabiskan hingga dua galon air dengan harga sekitar Rp8 ribu per galon.
Salah seorang warga, Pariyem, mengaku pengeluaran rumah tangga meningkat sejak air PAMSIMAS tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Desa Sukosari, Sulardi, mengatakan masuknya layanan PDAM ke wilayah Melikan dan Suko belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan warga. Hal itu karena warga masih dibebani biaya pemasangan sebesar Rp1.062.000 meski telah mendapat subsidi Rp500 ribu dari total biaya normal pemasangan.
Menurutnya, sebagian warga masih belum mampu membayar biaya pemasangan tersebut sehingga masih terpaksa menggunakan air yang diduga telah tercemar.
Selain meminta penanganan terkait air bersih, warga juga berharap pembuangan sampah di TPA Sukosari dapat dihentikan atau ditata ulang. Warga juga meminta pengelolaan tujuh titik PAMSIMAS ditinjau ulang karena dinilai kurang transparan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan lapangan dan memberikan solusi terkait kebutuhan air bersih bagi warga Sukosari. ( Her/Red)







