Kapolres Pekalongan Bina Puluhan Pelajar, Usai Konvoi Viral yang Resahkan Warga

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si selaku Kapolres Pekalongan memberikan pembinaan kepada puluhan pelajar yang terlibat aksi konvoi dan membuat keresahan masyarakat di wilayah Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Pembinaan dilakukan di salah satu SMP di Wiradesa, Rabu (20/5/2026) siang.

Turut dihadiri Wakapolres Pekalongan Kompol M Farid Amirullah, Kabag Ren Kompol Busono, Kasat Lantas AKP Alfian Kharisma Putra, Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto, Kepala sekolah dan perwakilan guru, serta para orang tua siswa.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa aksi konvoi yang dilakukan para pelajar usai ujian sekolah telah meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan bahaya di jalan raya.

“Saya tanya, apa manfaat dari kegiatan kalian itu? Tindakan kalian sudah meresahkan masyarakat. Bayangkan kalau ibu kalian sendiri berada di jalan lalu terganggu dengan perilaku seperti itu,” kata AKBP Rachmad di hadapan para siswa dan orang tua.

Kapolres juga mengingatkan para pelajar agar tidak menyia-nyiakan perjuangan orang tua yang telah bekerja keras membiayai pendidikan mereka.

“Kalian belum memikirkan bagaimana mencari uang, sementara orang tua sudah berjuang membiayai sekolah. Gunakan kesempatan itu untuk hal-hal yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada orang tua yang ingin anaknya terjerumus dalam tindakan negatif. Karena itu, pihak kepolisian sengaja menghadirkan para siswa bersama orang tua sebagai bentuk pembinaan agar para pelajar jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami ingin adik-adik ini tetap bisa meraih cita-citanya. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya susah. Kalau nanti mengulangi lagi, kami sudah mendata nama dan identitas semuanya, maka akan kami bawa ke Polres,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres meminta para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama menjelang kelulusan sekolah.

Ia juga mengingatkan bahaya aksi konvoi di jalan, mulai dari risiko kecelakaan hingga potensi konflik dengan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan orang tua siswa berharap pihak kepolisian dan sekolah dapat melindungi anak-anak yang hanya ikut-ikutan dalam konvoi tersebut dari sanksi sosial masyarakat.

“Anak-anak ini ada yang awalnya hanya ikut-ikutan tanpa tahu akan ada aksi yang meresahkan masyarakat. Kami mohon agar mereka tetap dibina dan dilindungi karena kejadian ini sudah viral,” ujar salah satu orang tua siswa.

Di hadapan Kapolres dan orang tua, perwakilan pelajar juga menyampaikan permohonan maaf atas aksi yang dilakukan.

“Kami mewakili teman-teman meminta maaf atas kejadian kemarin dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap salah satu siswa.

Diketahui, sebanyak 20 siswa SMP di Wiradesa dan dua siswa dari SMP di Wonokerto terlibat dalam aksi konvoi yang sempat viral di media sosial tersebut.

Kapolres Pekalongan mengatakan, pihaknya bersama Polsek Wiradesa bergerak cepat memberikan pembinaan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami mengimbau para siswa yang sebentar lagi lulus sekolah untuk tidak melakukan konvoi di jalan karena dapat mengganggu masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelasnya.

Sementara itu, pihak sekolah mengapresiasi langkah kepolisian yang telah memberikan pembinaan kepada para siswa. Kepala sekolah menyebut sebanyak 20 siswanya terlibat dalam kegiatan konvoi tersebut dan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi para pelajar.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah memberikan pembinaan. Semoga ini menjadi pembelajaran agar siswa bisa menjadi lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *