Aksi Damai Mahasiswa di Surakarta berlangsung Damai

Surakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai aksi damai yang digelar elemen mahasiswa di kawasan Simpang Ngarsopuro hingga Bundaran Gladak, Kota Surakarta.

Di tengah mahasiswa yang turun ke jalan menyuarakan aspirasi, hadir sosok Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko yang memilih berada langsung di tengah-tengah massa.

Bacaan Lainnya

Bukan sekadar memimpin dari kejauhan, orang nomor satu di jajaran Polresta Surakarta itu turun langsung memberikan pelayanan kepolisian sekaligus mendampingi perjalanan mahasiswa. Kehadirannya menjadi gambaran pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat, termasuk mereka yang tengah menyampaikan pendapat di muka umum.

Sepanjang perjalanan dari kawasan Simpang Ngarsopuro menuju Bundaran Gladak, AKBP Condro tampak membaur bersama mahasiswa. Ia memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan aman, tertib dan lancar, sekaligus menjaga agar aktivitas masyarakat lainnya tetap berlangsung dengan baik.

Bagi AKBP Condro, kehadiran polisi di tengah aksi bukan untuk membatasi ruang gerak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, melainkan memberikan pelayanan serta rasa aman dan nyaman agar aspirasi dapat tersampaikan secara damai.

Momen keakraban semakin terasa ketika Kapolresta menyampaikan apresiasi secara langsung kepada para mahasiswa yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi.

“Terima kasih kepada seluruh elemen mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasi dengan baik. Saya ucapkan terima kasih sekali lagi. Kita sama-sama jaga Kota Solo. I Love You Full!” ujar AKBP Condro.

Ungkapan khas tersebut menjadi pesan hangat di tengah aksi. Kapolresta ingin menegaskan bahwa mahasiswa dan kepolisian bukanlah dua pihak yang saling berhadapan, melainkan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga Kota Solo tetap aman dan kondusif.

AKBP Condro juga menegaskan komitmennya bahwa jajaran Polresta Surakarta siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam. Menurutnya, pelayanan kepolisian tidak mengenal waktu, termasuk dalam memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas maupun menyampaikan aspirasi dengan aman.

“Kami menjaga Kota Solo 24 jam,” tegasnya.

Melalui pendekatan humanis tersebut, Polresta Surakarta ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi dalam aksi penyampaian aspirasi merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Komunikasi, kedekatan serta sikap saling menghormati menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Kehadiran AKBP Condro di tengah mahasiswa sekaligus membawa pesan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dan menjaga ketertiban umum dapat berjalan beriringan.

Dari Ngarsopuro hingga Gladak, pesan yang dibawa sederhana: mahasiswa bebas menyampaikan aspirasi, polisi hadir memberikan pelayanan, dan Kota Solo tetap menjadi rumah bersama yang harus dijaga.

A Nur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *