Dari Pabrik Gula Bersejarah Menjadi Surga Jogging, De Tasikmadoe Heritage Kian Diminati Warga

Foto : Lokomotif Uap salah satu unggulan De Tasikmadu . Hery Prasetyo

KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id — Kawasan De Tasikmadoe Heritage di Kabupaten Karanganyar kini tak hanya menjadi tujuan wisata sejarah. Bekas pabrik gula peninggalan era Mangkunegaran tersebut menjelma menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berolahraga, khususnya jogging dan jalan santai.

Perpaduan bangunan bergaya kolonial, lokomotif bersejarah, serta lingkungan yang rindang menghadirkan suasana berbeda dibandingkan area olahraga pada umumnya. Tak heran jika setiap pagi maupun sore hari kawasan ini ramai dikunjungi warga dari berbagai usia.

Revitalisasi yang dilakukan pengelola dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pengunjung. Penataan kawasan yang lebih rapi, nyaman, dan ramah bagi aktivitas olahraga membuat De Tasikmadoe Heritage semakin diminati masyarakat.

Direktur Utama PUD Aneka Usaha Daerah Karanganyar, Samidi, mengatakan pihaknya terus mengembangkan kawasan tersebut agar mampu menjadi destinasi yang menggabungkan unsur olahraga, rekreasi, dan wisata sejarah.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Selain berolahraga, mereka juga dapat menikmati suasana bangunan bersejarah yang memiliki nilai edukasi dan menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola terus meningkatkan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari penataan jalur jogging, penyediaan area parkir yang memadai, toilet, hingga tempat ibadah yang mudah diakses.

Menurut Samidi, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kawasan heritage dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang produktif tanpa meninggalkan nilai sejarah yang dimilikinya.

Selain menjadi pusat aktivitas olahraga, De Tasikmadoe Heritage juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengelola menyediakan sentra kuliner yang melibatkan pelaku UMKM lokal untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.

Keberadaan sentra kuliner tersebut tidak hanya menambah kenyamanan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar kawasan.

Dengan konsep yang memadukan olahraga, wisata sejarah, dan pemberdayaan ekonomi lokal, De Tasikmadoe Heritage kini berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Karanganyar. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat industri gula kini bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, sehat, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Transformasi ini menunjukkan bahwa pelestarian warisan sejarah dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat modern, sekaligus menjadikan De Tasikmadoe Heritage sebagai ikon baru sport tourism di Kabupaten Karanganyar.  (Heri Prasetyo / KTN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *