Hasil Uji Lab Keluar, Air PAMSIMAS Sukosari Tak Tercemar TPA, Warga Minta Audit Pengelolaan Sumur

Foto : salah satu titik pamsimas, yang di keluhkan warga Sukosari Jumantono Kabupaten Karanganyar . Istimewa

KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id– Keluhan warga Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, terkait kondisi air PAMSIMAS yang keruh dan diduga tercemar limbah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar melakukan pengecekan lapangan serta pengambilan sampel air pada sejumlah titik sumur PAMSIMAS yang selama ini digunakan warga di Dusun Melikan, Suko, dan Sukosari.

Dari tujuh titik sumur PAMSIMAS yang ada, DLH mengambil sampel pada empat titik untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Hasilnya, dugaan pencemaran akibat limbah sampah TPA Sukosari tidak terbukti.

Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh parameter yang diperiksa masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan.

Bahkan, hasil pemeriksaan bakteriologis menunjukkan kandungan Escherichia coli (E.coli) pada sampel air berada pada angka nol.

“Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, hasilnya tidak menunjukkan adanya pencemaran yang berasal dari TPA. Kandungan E.coli juga nol dan seluruh parameter masih berada di bawah baku mutu,” ujar Sunarno.

Menurutnya, kondisi air yang berwarna keruh dan kecoklatan diduga lebih disebabkan tingginya kandungan zat besi atau Fe yang terdapat secara alami pada sumber air bawah tanah di wilayah tersebut.

Meski demikian, hasil laboratorium tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran warga.

Pasalnya, hingga saat ini sebagian masyarakat masih enggan menggunakan air PAMSIMAS untuk kebutuhan konsumsi karena kondisi fisik air yang terlihat keruh dan berubah warna.

Akibatnya, ratusan kepala keluarga masih mengandalkan air galon isi ulang untuk kebutuhan minum dan memasak sehari-hari.

Salah seorang warga mengaku pengeluaran rumah tangga meningkat sejak air PAMSIMAS tidak lagi dipercaya untuk kebutuhan konsumsi.

Sementara itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak berhenti pada pengujian kualitas air semata.

Masyarakat meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap tujuh titik sumur PAMSIMAS yang ada di wilayah Sukosari, baik dari aspek teknis, pengelolaan, maupun kelayakan infrastruktur yang digunakan.

Warga juga meminta adanya transparansi pengelolaan PAMSIMAS agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya dari fasilitas yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi ratusan keluarga.

Selain itu, sebagian warga masih belum dapat beralih ke layanan PDAM karena terkendala biaya pemasangan sambungan rumah yang dinilai cukup memberatkan.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah segera menghadirkan solusi jangka panjang agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi dengan aman, layak, dan terjangkau.

Hingga kini, meskipun hasil laboratorium menyatakan tidak ada indikasi pencemaran akibat limbah TPA, sebagian warga Sukosari masih memilih menggunakan air galon untuk kebutuhan konsumsi sambil menunggu adanya evaluasi dan perbaikan sistem PAMSIMAS di wilayah mereka. ( Her/ KTN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *