Kapolres Pekalongan Ajak Mahasiswa Bijak Bermedia Sosial dan Lawan Hoaks

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Polres Pekalongan bersama sejumlah unsur Forkopimda menghadiri Forum Kebangsaan dalam rangka Musyawarah ke-XVIII Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pekalongan yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Jalan Raya Ambokembang-Pekajangan, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Argo Yudha Ismoyo, S.STP., M.A.P., jajaran pengurus Muhammadiyah, IMM, serta ratusan peserta forum.

Bacaan Lainnya

Forum Kebangsaan menjadi wadah untuk memperkuat semangat persatuan, wawasan kebangsaan, serta sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam pemaparannya, Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Argo Yudha Ismoyo menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah yang berfokus pada penguatan infrastruktur, pengembangan ekonomi inklusif, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga mitigasi bencana sesuai karakteristik wilayah Kabupaten Pekalongan.

Ia juga memaparkan capaian indikator makroekonomi Kabupaten Pekalongan yang menunjukkan tren positif, diantaranya pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,38 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,71, serta angka kemiskinan turun menjadi 8,05 persen.

Selain itu, Argo menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change, kontrol sosial, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi secara santun, objektif, dan konstruktif.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengajak mahasiswa untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak hanya berupa kejahatan konvensional, tetapi juga kejahatan siber, penyebaran hoaks, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Mahasiswa harus mampu menjadi pelopor literasi digital dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Jangan mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu keresahan di masyarakat,” ujar AKBP Rachmad.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus penipuan daring, termasuk pola triangle fraud atau kejahatan segitiga yang memanfaatkan transaksi di platform digital. Ia mencontohkan kasus penipuan transaksi penjualan susu di wilayah Kedungwuni yang melibatkan pelaku dari luar daerah.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rachmad turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 Polri yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama 24 jam secara gratis untuk melaporkan kejadian, meminta informasi, maupun berkonsultasi dengan kepolisian.

“Layanan Call Center 110 terus kami optimalkan melalui pelatihan operator dan sistem respons cepat. Dengan dukungan teknologi, laporan masyarakat dapat langsung diteruskan ke Polsek terdekat sehingga penanganan di lapangan menjadi lebih cepat,” jelasnya.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini mulai dipasarkan melalui media digital, termasuk dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape), serta mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mencegah praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi, bonus demografi, hingga ancaman proxy war dan penyebaran hoaks menjadi tantangan yang harus dihadapi generasi muda.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa.

“Nasionalisme di era digital diwujudkan melalui prestasi, inovasi, peningkatan literasi digital, serta penggunaan teknologi, termasuk AI, secara bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa melalui ruang digital yang sehat,” kata Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi.

Forum Kebangsaan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta sebelum ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi, serta organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan Kabupaten Pekalongan.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *