Polda Jawa Tengah Droping Air Bersih ke Toroh Grobogan, Usai Empat Bulan dilanda Krisis Air

Grobogan, KabarTerkiniNews.co.id – Warga Dukuh Kemiri, Desa Depok, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak Juli 2026. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mencukupi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari, terutama untuk mandi dan mencuci.

Salah seorang warga, Pujiyono, mengatakan, meskipun setiap warga memiliki sumur sendiri, ketersediaan air tidak mencukupi. Sumur warga rata-rata memiliki kedalaman sekitar 15 meter, tetapi hanya mampu menghasilkan air sekitar dua hingga tiga ember.

Bacaan Lainnya

“Sumur rata-rata kedalamannya 15 meter. Hanya bisa mengambil dua sampai tiga ember, itu pun airnya asin, berkapur, dan agak kekuningan. Kalau untuk kebutuhan sehari-hari tidak layak,” ujar Pujiyono.

Selain jumlahnya terbatas, kualitas air sumur juga dinilai tidak higienis dan terasa asin. Warga tidak memiliki sumber mata air lain sehingga harus mengandalkan air sumur untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air minum, warga terpaksa membeli air minum dalam kemasan galon.

Pujiyono mengungkapkan, bantuan air bersih telah datang silih berganti dari berbagai pihak, baik jajaran pemerintah, pihak swasta, maupun para dermawan. Salah satu bantuan disalurkan menggunakan truk engkel yang membawa dua tangki air bersih.

Menurut dia, kekeringan menjadi persoalan yang kerap dialami warga setiap tahun. Namun, kondisi paling parah terjadi pada 2024, ketika warga harus menghadapi kekeringan selama hampir tujuh bulan.

“Setiap tahun memang sering kekeringan. Yang paling parah pada 2024 karena hampir tujuh bulan warga mengalami kekeringan,” ungkapnya.

Terpisah, Plt. Kaurprodok Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Tengah, AKP Syam Kurniawan, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian dan kesigapan kepolisian dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Di Kabupaten Grobogan, pihaknya mendistribusikan air bersih di lima titik yang berada di Dukuh Kemiri, Desa Depok, Kecamatan Toroh. Total bantuan yang disalurkan sebanyak lima tangki air, dengan kapasitas masing-masing tangki mencapai 5.000 liter.

“Harapannya, bantuan air bersih ini dapat membantu meringankan penderitaan warga yang mengalami kekurangan air akibat musim kemarau,” ujar Syam Kurniawan.

Syam menambahkan, hingga saat ini program penyaluran bantuan air bersih tersebut telah menjangkau 12 wilayah kepolisian resor (Polres) di Jawa Tengah. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring pelaksanaan program bantuan sosial.

Selain bantuan air bersih untuk masyarakat yang mengalami kekeringan, program sosial tersebut juga mencakup bantuan kepada warga yang terdampak bencana maupun membutuhkan dukungan kemanusiaan, seperti bantuan sembako bagi korban tanah longsor di Majenang.

Penyaluran bantuan sosial dilakukan secara bertahap sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama musim kemarau dan ketika terjadi bencana di sejumlah daerah.

Sholly Morgan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *