Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – UPTD SD Inpres Bertingkat Kelapa Lima 1 terus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan kepada para siswa. Salah satunya melalui kebiasaan memungut sampah yang ditemukan di lingkungan sekolah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.
Kepala Sekolah UPTD SD Inpres Bertingkat Kelapa Lima 1, Suryani, S.Pd., Rabu (13/8/2026) mengatakan pihak sekolah secara rutin mengingatkan anak-anak agar tidak membiarkan sampah berserakan.
Menurut Suryani, kebiasaan sederhana tersebut penting untuk melatih kepekaan siswa terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.
“Pihak sekolah selalu mengingatkan anak-anak untuk memungut sampah dan membuangnya pada tempatnya jika melihat ada sampah,” ujar Suryani.
Selain membiasakan siswa menjaga kebersihan, sekolah juga memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah. Para siswa diajarkan untuk mengenali jenis sampah berdasarkan tempat sampah yang memiliki tiga warna.
Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk sampah organik, warna kuning untuk sampah anorganik, sedangkan warna merah diperuntukkan bagi sampah B3 atau bahan berbahaya dan beracun.
“Semua anak juga diajarkan memilah sampah. Ada tiga warna, yaitu hijau untuk organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah B3,” jelasnya.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah juga dilakukan melalui kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan pada minggu pertama setiap bulan. Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi berdasarkan kelas dan secara bergiliran membersihkan area lingkungan sekolah.
Pembagian tugas dilakukan agar seluruh lingkungan sekolah mendapat perhatian. Suryani mencontohkan, dalam kegiatan sebelumnya, siswa kelas VI membersihkan area di samping sekolah, kelas IV bertugas di bagian belakang sekolah, sementara kelas V membersihkan halaman depan sekolah.
“Anak-anak membersihkan lingkungan sekolah dan dibagi per kelas secara bergilir. Misalnya kemarin kelas VI di samping sekolah, kelas IV di belakang sekolah, dan kelas V di depan halaman sekolah,” katanya.
Selain itu pihak sekolah juga menghias sekolah dengan aneka bunga serta ada lubang peresapan yang dibuat sekolah maupun bantuan Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang.
Suryani berharap kebiasaan menjaga kebersihan yang ditanamkan sejak di bangku sekolah dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya membuat suasana sekolah menjadi nyaman, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan siswa.
Ia menilai, ketika anak-anak terbiasa membersihkan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mereka.
“Kalau anak-anak terbiasa membersihkan lingkungan dan hidup sehat, tentu akan mempengaruhi kesehatan mereka juga,” pungkasnya.
Rudy







