Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum dua kejadian bencana baru dalam periode pemantauan 23 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 24 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, yakni kekeringan di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Banjir di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.
Kekeringan yang dipicu fenomena hari tanpa hujan selama satu bulan terakhir melanda Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini menyebabkan masyarakat di lima kecamatan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
BPBD Kabupaten Lombok Barat melaporkan per Selasa (23/6), sebanyak 4.245 kepala keluarga (KK) terdampak kejadian ini, antara lain 1.357 KK di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong; 306 KK di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar; 500 KK di Desa Banyu Urip dan 718 KK di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung; 630 KK di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan; serta 734 KK di Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar.
BPBD Kabupaten Lombok Barat mengerahkan empat unit mobil tangki air masing-masing berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Kuripan. Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Barat, PDAM Giri Menang Mataram termasuk sektor dunia usaha lainnya untuk memaksimalkan pendistribusian air bersih melalui penambahan armada mobil tangki air maupun pasokan air bersih.
Di wilayah lain, hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (20/6) hingga Minggu (21/6) dini hari memicu peningkatan debit air di Sungai Sekadau dan meluap ke pemukiman warga di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Senin (22/6). Adapun tiga desa yang terendam banjir meliputi Desa Lembah Beringin, Desa Tembesuk dan Desa Batu Pahat.
Sebanyak 1.560 unit rumah terdampak kejadian ini dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 0,5 hingga 2 meter. BPBD Kabupaten Sekadau mendukung proses evakuasi warga terdampak ke rumah kerabat terdekat dan melakukan patroli di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan per Selasa (23/6), banjir di sebagian besar wilayah desa sudah mulai surut
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem untuk periode 24 sampai 26 Juni 2026. Beberapa wilayah Indonesia masih berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, antara lain Aceh, Banten, Bengkulu, Jakarta, Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.
Kemudian Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara.
Menyikapi potensi hujan lebat di sejumlah wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau informasi cuaca secara berkala, memastikan saluran drainase tetap berfungsi dengan baik, menghindari aktivitas di kawasan daerah aliran sungai saat terjadi hujan deras.
Pada wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, pemerintah daerah diimbau untuk mengoptimalkan pengelolaan dan distribusi cadangan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, masyarakat diharapkan menggunakan air bersih secara bijak serta segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau BPBD setempat apabila mengalami gangguan pasokan air bersih.
KabarTerkiniNews.co.id








