Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Personil TNI dari KOdim 0729 Bantul, bersama tim gabungan dan warga, terus berupaya melakukan percepatan Pembangunan jemabtan perintis Garuda Merah Putih, di 3 titik Lokasi sasaran. Program strategis dari Presiden Prabowo Subianto ini, disambut antusias oleh masyarakat, yang selama ini terhalang mobilitas akses penghubung antar wilayah, karena jembatan yang ada sebelumnya rusak atau jebol diterjang banjir, sembilan tahun lalu.
Setelah sembilan tahun menanti, impian warga di dusun Manding, dan Dusun Kadibekso, Trirenggo, Bantul, untuk memiliki jembatan baru, akhirnya terwujud.
Melalui program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, yang direalisasikan melalui karya bakti TNI, akses warga di kedua pedukuhan yang terpisah aliran Sungai besar winongo itu, bakal kembali terhubung.
Salah satu warga yang merasakan manfaat dari Pembangunan jembatan ini, adalah Tinar (60), warga RT.02, Dusun Manding, Trirenggo, Bantul. Dirinya mengaku, jembatan sebelumnya yang telah roboh, merupakan hasil swadaya masyarakat, untuk mempermudah akses masyarakat, namun jebolkarena diterjang banjir.
“Jembatan lama itu kita bangun swadaya, dan sembilan tahun lalu jebol karena diterjang banjir, sampai sekarang belum diperbaiki, alhamdulillah ada jembatan merah putih ini, kami sangat bersyukur,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, selama ini warga harus memutar melalui jalur alternatif sejauh hampir 6 kilometer, sehingga memakan waktu hingga berjam-jam. Pembangunan jembatan gagasan dari Presiden Prabowo Subianto ini, diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas antara Dusun Manding dan Dusun Kadibekso.
“Selama ini kita harus memutar jauh, untuk antar anak sekolah, atau warga lain yang hendak ke sawah dan berjualan, jembatan ini akan menjadi jalur penting penghubung dua wilayah. Dengan akses yang lebih layak, mobilitas warga dapat meningkat, begitu pula distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat, terimakasih banyak pak Presiden Prabowo,” ujarnya.
Jembatan ini menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan akses transportasi dua wilayah, sehingga mempermudah mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah tersebut secara lebih efektif dan efisien, pengerjaannya pun kini terus dikebut.
Melalui karya bakti ini, Kodim 0729 Bantul, bersama warga dan personal pendukung lainnnya, terus melakukan upaya percepatan Pembangunan, yang ditargetkan selama sebulan tersebut.
“Prosesnya kita targetkan selama sebulan, hingga jembatan ini siap dioperasikan,” ucap Pelda Tri Gunawan, selaku koordinator proyek.
Pembangunan Jembatan Garuda merupakan program strategis untuk membuka akses wilayah yang terisolir, meningkatkan konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pembangunan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh TNI bersama masyarakat sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pelda Tri Gunawan, yang juga selaku Bati Bakti TNI Kodim 0729 Bantul menerangkan, Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter ini dibangun di atas aliran Sungai Winongo, menghubungkan Dusun Manding dan Dusun Kadibekso. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempercepat akses menuju Jalan Parangtritis, khususnya bagi pelajar dan warga, sehingga mendukung dan memangkas akses mobilitas warga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Jembatan ini kapasitasnya hanya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, mampu menahan beban 500 kwintal, jadi sistemnya nanti yang melintas harus bergantian, agar lebih aman,”terangnya saat ditemui dilokasi proyek, pada selasa (26/05/2026).
Selain di Dusun Manding, pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di wilayah Kabupaten Bantul, juga dilaksanakan secara bersamaan di beberapa titik lainnya. Yakni di Dusun Santan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, serta Padukuhan Payak Tengah RT 03, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan.
“Jembatan yang kita bangun ini, dulunya sempat ada namun jebol karena bencana alam, akses warga terputus, sehingga diputuskan dilokasi ketiganya itulah kita bangun untuk menghubungkan akses warga kembali,” pungkasnya.
Proses Pembangunan jembatan perintis Garuda Merah Putih di dusun Manding sendiri, kini tengah dalam tahap pemasangan tiang penyangga di kedua sisi jembatan. Secara teknis, jembatan tersebut dibangun dengan kontruksi jembatan gantung, yang diklaim cukup kuat dan lebih awet.
Joko Pramono







