Surakarta, KabarTerkiniNews.co.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha, ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan bertajuk “Sangu Njagal 2, Apel Siaga Idul Adha dari Solo untuk Indonesia” yang digelar di Masjid Agung Surakarta, Minggu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh para juru sembelih halal yang tergabung dalam Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Surakarta.
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Surakarta Kyai Muhtarom.
Sejak pagi, kawasan Masjid Agung Surakarta dipadati masyarakat, pengurus masjid, hingga panitia kurban yang datang untuk memperdalam pemahaman terkait penyembelihan hewan kurban yang aman dan sesuai syariat.
Sekitar 300-an peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB tersebut. Peserta berasal dari berbagai wilayah Solo Raya seperti Surakarta, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, dan Karanganyar.
Sejumlah peserta bahkan datang dari luar Solo Raya dan berbeda provinsi. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari fikih kurban, teknik asah bilah, tali-temali, hingga teknik perubuhan hewan kurban. Materi tersebut diberikan agar pelaksanaan kurban di masjid maupun musholla dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat Islam.
Ketua DPD Juleha Kota Surakarta, Muhammad Jamuri, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan kebersamaan antarpenyelenggara kurban.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan bekal kepada panitia dan masyarakat agar pelaksanaan kurban tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga aman dan baik dalam praktiknya,” ujar Jamuri.
Selain mendapatkan materi teori, peserta juga diajak menyaksikan praktik langsung teknik penanganan hewan kurban. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi praktik tali-temali dan teknik perubuhan sapi.
Salah satu peserta, Misbari Yulianto, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi penyelenggara kurban, khususnya pengurus masjid.
“Acara seperti ini sangat bagus karena memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan bagi penyelenggara kurban, terutama masjid-masjid, supaya pelaksanaannya lebih baik dan sesuai syariat,” kata Misbari.
Kegiatan “Sangu Njagal 2” diharapkan dapat menjadi bekal bagi para panitia kurban dalam menghadapi pelaksanaan Idul Adha mendatang, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penyembelihan hewan kurban yang aman, tepat, dan humanis.
A Nur







