GPIB Shalom Depok Gelar Prosesi Pembuka Ibadah Hari Raya Pentakosta Dengan Corak Budaya Jawa

Depok, KabarTerkiniNews.co.id – Jari-jari lentik Renaya gadis penari itu, begitu piawai memainkan setiap gerakan tari yang di pandu oleh instrumen musik gamelan Jawa. Sementara dibelakang empat orang pemuda berbaju Sorjan dengan gagah memanggul gunung- gunungan sederhana yang berisi bermacam-macam hasil pertanian seperti, kacang Panjang, terong, labu dan cabe merah menuju ke mimbar gereja.

Inilah tarian penyambutan Sukoreno, sebagai prosesi pembuka liturgi Ibadah Raya Hari Pentakosta Jemaat GPIB Shalom Depok, yang memakai corak budaya Jawa dengan tema Unduh-Unduh. Pada hari Minggu (24/5).

Bacaan Lainnya

Corak budaya Jawa juga lekat, pada prosesi ketika pelayan firman dan majelis bertugas memasuki gedung gereja untuk menuju mimbar. Ini dapat dilihat dari busana yang dipakai majelis pria, mengunakan pakaian adat Beskap Solo sementara wanita berbalut kebaya merah.

Menariknya sepanjang ibadah, walaupun penyampaian kotbah memakai Bahasa Indonesia namun nyanyian liturgi jemaat mulai dari awal hingga akhir ibadah dan pembawa kesaksian puji pujian seluruhnya memakai pengantar berbahasa Jawa.

Dalam kotbah Minggunya, Ketua Majelis Jemaat GPIB Shalom Depok Pendeta Eric Edwart Hetharia Mth sengaja mengangkat profil Kiai Sadrach, seorang penginjil putra asli Jawa yang membidani lahirnya Gereja Kristen Jawa.

“Beliau dianggap oleh penjajah Belanda pada waktu membawa penyesatan. Karena ibadahnya memakai blankon dengan busana Jawa lurik,” jelasnya.

Ditambahkan Eric Edwart Hetharia, Kiai Sadrach pernah dibaptis di GPIB Sion Jakarta. Roh Kudus bekerja di hati Kiai Sadrach untuk berteologi secara kontekstual dengan melakukan Pekabaran Injil melalui budaya lokal

Ibadah Raya Hari Pantekosta Jemaat GPIB Shalom Depok, bertema unduh-unduh ini akhirnya ditutup dengan lelang hasil bumi yang dikumpulkan oleh Jemaat GPIB Shalom Depok.

Jemaat pun terlihat antusias dalam mengikuti lelang tersebut. Berbagai macam hasil bumi dan makanan seperti singkong, pisang kepok dan gudeg jawa, ludes terjual dalam hitungan menit. Sementara hasil Lelang tersebut akan digunakan untuk operasional kegiatan pelayanan di gereja tersebut.

Tidak hanya lelang saja, di acara tersebut juga diadakan bazar dengan menu makanan khas Jawa seperti Gudeg Komplit, Mangut Lele, Garang Asem, Sosis Solo dan Wingko Babat.

Berharap kedepan tidak hanya corak Budaya Jawa saja yang masuk dalam liturgi ibadah dihari -hari perayaan khusus. Berbagai suku dan budaya yang ada di Jemaat GPIB Shalom Depok juga akan dilibatkan dalam liturgi ibadah di hari tersebut.

“Kalau bicara GPIB bukan hanya bagian dari Indonesia di pelosok daerah barat saja, tetapi gereja nusantara. Karena di GPIB kita bisa melihat ke Kristenan Indonesia secara identik, “ Jelas pria asal Maluku ini.

Sekadar diketahui, tradisi hari raya unduh-unduh merupakan ungkapan syukur atas pemeliharaan Tuhan melalui hasil karya dan berkat kehidupan yang di terima umatnya.

Biasanya umat akan membawa hasil panen berbagai macam komiditi pertanian ke depan mimbar. Sebagai bentuk rasa ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang didapat oleh umat .

Daniel Siahaan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *