Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Tidak perlu panggil jagal luar, puluhan jamaah Masjid Nurussalam Sabrang, Gunungpring, Muntilan, Magelang, justru mengandalkan “Jagal Profesional Muhammadiyah” (JagalMu) dari kalangan mereka sendiri. Empat sapi dan enam kambing disembelih secara syar’i di halaman rumah warga, dagingnya dibagikan merata ke sekitar 600 KK.
Penyembelihan dilakukan Rabu, 27 Mei 2026 usai sholat Ied . Suasana ramai namun tertib menyelimuti halaman rumah yang cukup luas milik bapak Rahmad Abdul Gani, warga Dusun Sabrang, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
Puluhan jamaah Masjid Nurussalam tampak sibuk melakukan prosesi penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M.
Uniknya semua proses pemotongan dilakukan oleh jagal internal dari kalangan jamaah itu sendiri, bukan didatangkan dari luar. Mereka adalah bagian dari Jagal Profesional Muhammadiyah (JagalMu).
Total hewan kurban dari para jamaah masjid Nurussalam tahun ini 4 ekor sapi dan 6 ekor kambing
Semua hewan disembelih secara bergantian sejak pagi hari, dengan protokol kesehatan dan kebersihan ketat. Daging, tulang, serta jeroan akan didistribusikan kepada seluruh warga sekitar masjid, termasuk para pemohon dari luar daerah yang terdaftar melalui panitia.
Ketua Panitia Kurban Masjid Nurussalam Sabrang Rahmat Abdul Gani, menjelaskan bahwa konsep “JagalMu” sudah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir.
“Kami tidak lagi mengandalkan jagal dari luar. Dengan melatih anggota jamaah menjadi jagal profesional, kami menghemat biaya operasional, meningkatkan kontrol kualitas, dan yang paling penting memperkuat rasa memiliki terhadap ibadah kurban ini,” ujarnya sambil memantau dan ikut proses pemotongan.
Para jagal tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan intensif mencakup teknik penyembelihan syar’i, penanganan daging higienis, hingga manajemen distribusi.
Salah satu inovasi menarik di masjid Nurussalam adalah pengolahan jeroan (usus dan babat) sebelum dibagikan. Alih-alih diberikan mentah, jeroan dimasak setengah matang menggunakan bumbu sederhana.
“Ini agar lebih awet, tidak berbau saat sampai di tangan penerima, dan langsung bisa diolah lagi oleh ibu-ibu di rumah,” tambah Rahmad Abdul Gani.
Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari warga, terutama bagi keluarga yang tinggal jauh dari pusat pembagian atau tidak memiliki fasilitas pendingin.
Setelah proses pemotongan selesai, daging dikemas rapi dalam plastik. Total ada sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) yang menerima manfaat. Mereka terdiri dari warga sekitar Masjid Nurussalam ,Jamaah dari dusun tetangga dan pemohon dari luar daerah yang telah mengajukan permohonan.
Nurul Abadi







