Pelestarian Warisan Budaya,
Magelang, KAbarTerkiniNews.co.id – Semangat pelestarian budaya lokal terus ditunjukkan para peserta pelatihan batik yang digelar di Gores Arts Gallery, Dusun Trisip RT 14, Desa Tampirwetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Pada Senin (13/7/2026), Gabungan Seniman Borobudur bersama Gores Arts Gallery kembali melanjutkan pelatihan pada pertemuan keempat dengan materi penyusunan sketsa Batik Simbut bermotif “Tuk Gong”, yang diikuti ibu-ibu PKK Dusun Karangampel.
Pelatihan dipandu oleh maestro batik Yustinus Agus Daryanto dan didampingi Edy Gores. Selama lebih dari dua jam, mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB, para peserta mempelajari pengembangan potensi kearifan lokal melalui desain batik yang terinspirasi dari legenda Tuk Gong Karangampel.
Motif yang dikembangkan mengangkat filosofi air sebagai sumber kehidupan, dipadukan dengan unsur dedaunan, bunga air, ekosistem mata air, serta ornamen gong dan gamelan Jawa sebagai simbol harmoni, kebersamaan, dan kekayaan budaya. Seluruh konsep diarahkan untuk dipadukan dengan pewarna alami yang berasal dari bahan-bahan di sekitar lingkungan desa, sehingga menghasilkan batik yang memiliki identitas kuat sekaligus ramah lingkungan.
Sebanyak tujuh peserta menyusun sketsa dengan karakter dan kreativitas masing-masing. Meski memiliki variasi motif, seluruh desain tetap mengacu pada konsep utama Batik Tuk Gong sebagai identitas khas Dusun Karangampel.
Yustinus Agus Daryanto memberikan pendampingan secara intensif, mulai dari teknik menggambar, penyusunan komposisi motif, hingga proses pembuatan batik agar setiap peserta memahami tahapan secara menyeluruh. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai proses lanjutan, mulai dari pencantingan, pewarnaan, hingga penyelesaian akhir karya.
Dalam kesempatan tersebut, Yustinus berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan secara optimal sehingga mampu menghasilkan karya batik berkualitas yang kelak menjadi ikon baru Dusun Karangampel.
Menurutnya, selama kurang lebih satu bulan pelatihan, peserta ditargetkan mampu menguasai teknik batik tulis, batik cap, hingga batik simbut, sehingga nantinya dapat menghasilkan karya bernilai ekonomi dan memperkuat potensi UMKM dusun
Mengenal Batik Simbut
Batik Simbut merupakan salah satu bentuk batik tradisional Nusantara yang diyakini telah ada sebelum berkembangnya teknik batik tulis menggunakan canting seperti yang dikenal saat ini. Kata “simbut” berasal dari sejenis kain penutup tubuh masyarakat Banten pada masa lampau.
Teknik pembuatannya dilakukan dengan menutup bagian-bagian tertentu menggunakan bahan perintang sederhana sebelum proses pewarnaan. Teknik ini menjadi cikal bakal perkembangan seni batik di Indonesia dan mencerminkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar membuat motif, tetapi juga memahami sejarah, filosofi, serta nilai budaya yang terkandung dalam Batik Simbut, sehingga mampu menghadirkan karya yang memiliki cerita dan identitas lokal.
Edy Gores berharap dalam waktu dekat seluruh peserta sudah dapat menampilkan hasil karya mereka melalui pameran kecil sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yustinus Agus Daryanto yang tanpa lelah membimbing peserta sejak awal pelatihan.
“Harapan kami, batik Tuk Gong dapat menjadi kebanggaan masyarakat Karangampel sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya,” ujarnya.
Dalam empat kali pertemuan, para peserta telah mulai mengerjakan batik berukuran 120 x 200 sentimeter, yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai kain busana, sarung, maupun produk kerajinan lainnya.
Keberhasilan pelatihan ini juga tidak terlepas dari dukungan Befris Feni Erfiyanti, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) sekaligus penggerak kegiatan batik di Karangampel. Ia terus memberikan semangat kepada para peserta agar tetap konsisten mengikuti seluruh.
Nurul Abadi








