Polres Pekalongan Kerahkan 42 Personel, Sisir Wilayah Rawan Karhutla di Musim Kemarau

Foto : Polres Pekalongan bersama sejumlah instansi terkait menggelar patroli gabungan berskala besar di sejumlah wilayah rawan Kabupaten Pekalongan. Selasa (11/8/2026).

PEKALONGAN , Kabarterkininews.co.id – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Polres Pekalongan bersama sejumlah instansi terkait menggelar patroli gabungan berskala besar di sejumlah wilayah rawan Kabupaten Pekalongan.

Sebanyak 42 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemantauan sekaligus pencegahan dini terhadap potensi munculnya titik api. Patroli ini melibatkan unsur Sat Samapta Polres Pekalongan, Polsek Kesesi, Polsek Kajen, Kodim 0710 Pekalongan, Perhutani KPH Pekalongan Timur, Damkar, Satpol PP, serta BPBD Kabupaten Pekalongan.

Patroli menyisir jalur darat dengan rute yang cukup panjang dan melintasi sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kerawanan karhutla.

Kegiatan dimulai dari Mapolsek Kajen, kemudian melintasi Jalan Raya Kesesi, Desa Brondong, Desa Windurojo, Desa Lambur, hingga kawasan objek wisata Watu Ireng di Kecamatan Kandangserang. Tim kemudian kembali menuju Mapolres Pekalongan.

Kasat Samapta Polres Pekalongan AKP Suhadi, S.H., mengatakan patroli difokuskan pada pemantauan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, serta deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya titik api atau hotspot.

“Hari ini kita menerjunkan 42 personel gabungan dari TNI, Polri, Perhutani, Damkar, Satpol PP, dan BPBD untuk melaksanakan patroli pencegahan karhutla. Langkah preventif ini sangat krusial untuk memastikan wilayah hukum Polres Pekalongan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan maupun lahan di musim kemarau,” ujar AKP Suhadi usai memimpin patroli, Selasa (11/8/2026).

Petugas Edukasi Warga Agar Tak Membakar Lahan

Selain melakukan pemantauan, petugas juga berdialog langsung dengan masyarakat di sejumlah titik yang dilalui.

Di Dukuh Bantul, Desa Kesesi, misalnya, petugas memberikan imbauan kepada warga agar tidak membuka maupun membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar.

Sementara di kawasan objek wisata Watu Ireng, Desa Lambur, petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat aktivitas pembakaran sampah maupun pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

AKP Suhadi menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya karhutla, terutama dengan meningkatnya kondisi lahan kering selama musim kemarau.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api.

“Kami juga mengedukasi masyarakat mengenai bahaya karhutla serta menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110. Jika warga melihat ada titik api atau kebakaran hutan dan lahan di sekitarnya, segera laporkan agar bisa dengan cepat kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Patroli Berakhir, Tidak Ditemukan Titik Api

Dari hasil pemantauan sepanjang jalur patroli, petugas tidak menemukan adanya titik api maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Seluruh wilayah yang menjadi sasaran patroli terpantau dalam kondisi aman dan kondusif.

Polres Pekalongan memastikan patroli pencegahan akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi karhutla selama musim kemarau, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Kewaspadaan dan pelaporan cepat masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah pertama untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga kawasan hutan maupun lahan di Kabupaten Pekalongan tetap aman.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *