Bantul, KabarTerkiniNew.co.id – Jagat media sosial, baru baru ini dihebohkan oleh unggahan sebuah konten, yang diduga merupakan pegawai SPPG di Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.
Dalam unggahannya, yang bersangkutan nampak tengah memakan salah satu menu MBG chicken katsu, dan kemudian membuat gimik seolah seolah ingatannya hilang 70℅ usai memakan menu MBG tersebut.
Konten tersebut, dinilai nir empati karena disinyalir menyinggung anak anak korban keracunan MBG di Karo , Sumatera Utara, yang saat ini masih menjalaninperawatan intensif.
Konten unggahannya itupun, viral dimedia sosial, dan mendapat respon negatif dari berbagai pihak. Usai videonya viral dijagat media social, aktivitas di SPPG Muntuk, tempat biasa yang bersangkutan bekerja sebagau akuntan, pada Senin (21/09/2026) mendadak sepi beroprasi.
Menurut keterangan Hermawan Setiaji, selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, operasional di SPPG Muntuk ini, mulai terlihat tanpa aktivitas sejak hari ini. Kabarnya, pihak penanggungjawab menonaktifkan sementara Waktu operasional SPPG tersebut, hingga situasi sudah mulai mereda.
“SPPG operasional kalua ada 3 orang yang berkompeten, yakni Kepala Operasional, Administrasi, dan Akuntan, Nah, yang terkena kasus ini posisinya bagian akuntan, dan saat ini tengah masa cooling down, jadi otomatis SPPG berhenti semnentara,”tutur Hermawan.
Meski sempat membuat video klarifikasi, namun justru menbuat netizen tercengang. Pasalnya, dalam keterangannya yang bersangkutan justru mengakui tindakannya tersebut hanyalah untuk bersenang-senang.
Menganggapi situasi tersebut, Bupati Bantul turut angkat bicara. Ditemui usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Bantul, Senin (20/09/2026), pihaknya menyayangkan akan kasus twrsebut, yang justru dinilai membawa citra buruk bagi kabupaten Bantul dimata Nasional.
“Jelas kami sangat menyayangkan kejadian itu, yang seharusnya tidak pantas dikeluarkan kata-kata yang tidak bermanfaat,” tegas Halim
Bupati menyebut, unggahan itu membuat kepercayaan masyarakat terhadap SPPG menurun. Apalagi, Pemkab Bantul sedang berupaya membantu Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap program prioritas presiden ini.
“Mending kita fokus akan tanggung jawab kita masing-masing, apalagi ditengah situsasi saat ini kita coba membangun kepercayaan publik terhadap program strategis Presiden ini,” ungkap Bupati.
Sementara itu, Hanung Raharjo, selaku Ketua DPRD Bantul juga berkomentar, bahwasanya harus ada tindakan tegas dari pihak yang berkompeten, yang kini menangani kasus twrsebut, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jelas ini melanggar etik, kita sangat menyayangkan dan berharap ada tindakan tegas ataupun sanksi yang dijatuhkan terhadap yang bwrsangkutan,” ujar Hanung.
Sedangkan twrkait penutupan sementara SPPG Muntuk, pihaknya juga menjelaskan, untuk segera dicarikan solusi atau pengganti posisi yang bersangkutan, sehingga operasional SPPG tetap berjalan dalam melayani masyarakat.
Sebagai infirmasi, berdasarkan rilis dari Badan Gizi Nasional (BGN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bahwasannya saat ini telah memberhentikan karyawan SPPG twrsebut. Pihaknya juga meminta jajaran SPPG untuk menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Joko Pramono





