Sampah Limbah Plastik jadi BBM Alternatif Setara Solar, Target Presiden 2029 Terpenuhi

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengapresiasi dan mendukung konsep pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul, yang digerakkan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah.

Sektor swasta tersebut, mampu menyelesaikan persoalan dari hulu hingga hilir, utamanya dalam mengelola plastic low Value, menjadi bahan bakar alternatif setara solar.

Bacaan Lainnya

Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSLB3 KLH/BPH) Vinda Damayanti Ansjar, meninjau langsung praktek manajemen pengelolaan sampah, di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah, Imogiri, Bantul.

Dalam kesempatan tersebut, Vinda mengaku terkesan dengan capaian yang telah mampu ditorehkan oleh penggiat lingkungan tersebut, dalam menyerap seluruh material sampah baik dari masyarakat maupun kawasan.

Dengan mengedepankan konsep pemberdayaan masyarakat, sektor swasta ini mampu menggerakkan ribuan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.

“Saya kesini untuk melihat langsung konsep pengelolaan sampah disini, dan saya cukup mengapresiasi apa yang telah mampu dicapai KSM Pilah Berkah, utamanya dalam mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah,”ujarnya.

Melalui konsep pemberdayaan, seluruh sampah terpilah mampu terserap dengan baik oleh KSM Pilah Berkah. Utamanya sampah plastic low value, seperti kantong kresek bekas yang kerap tidak tertangani dengan baik karena ringan dan tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, mampu dikelola dengan baik disini, dan diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif setara solar, binaan langsung dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui mesin pyrolysis gen-5.

“Sampah dikelola dan dirubah menjadi BBMT, ini setidaknya satu masalah sampah kita yakni plastic sudah ada solusinya, bagus menurut kami,”tutur Vinda menambahkan.

Menurutnya, inisiatif mengubah sampah plastik low-value menjadi upaya yang baik untuk menyelesaikan polusi sampah di Indonesia.

“Dengan inovasi ini, setidaknya mampu mendukung tercapianya target Presiden 2029 seluruh sampah dikelola 100 persen,”imbuhnya..

Lebih lanjut dia berharap, kualitas bahan bakar minyak yang dihasilkan dari sampah plastic yang telah sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM tersebut, mampu menjadi bahan bakar fosil yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas kedepannya.

Pihaknya juga menegaskan, komitmen KSM Pilah Berkah dalam upaya pengurangan sampah melalui praktek pemilahan sampah dari rumah, dapat terus dipertahankan guna membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah.

“Kita berharap, komitmen yang sudah terbentuk ini, terus dipertahankan sehingga sampah dapat selesai, karena KSM Pilah Berkah ini mampu menyelesaikan sampah dari hulu hingga hilir”ucapnya.

Sementara itu, Ketua KSM Pilah Berkah, Yekti Murwani menuturkan, melalui konsep manajemen pengelolaan sampah yang telah dijalankan ini, kini telah mampu membina lebih dari 4800 kepala keluarga, yang tersebar di 67 bank sampah.

“Binaan kami sudah ada 4800 an nasabah, yang kita gerakkan dalam kelembagaan bank sampah sebanyak 67 RT,”ujarnya menerangkan.

Dengan mengedepankan komitmen seluruh sampah terpilah tidak tertolak, bagian dari 5 platform layanannya, seluruh sampah baik yang bernilai ekonomis maupun rendah nilai, dapat terserap sepenuhnya.

Terlebih, dengan inovasi dukungan dari BRIN dan Pertamina Foundation, dimana sampah plastic yang dikelola dengan mesin pyrolysis, dirubah menjadi BBMT, telah memperkuat terwujudnya ekonomi sirkular yang selama ini telah terbentuk.

“Tujuan kami adalah meuwjudkan ekonomi sirkular. Masyarakat tidak lagi nyampah tapi justru memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang mereka pilah, sedangkan kami dengan dukungan pengolah bbm dari sampah plastic ini, banyak memberikan manfaat untuk keberlangsungan KSM Pilah Berkah kedepannya,”tandasnya.

Dalam kunjungannya ini, turut membersamai Wistinoviani Adnin, selaku Koordinator Pembinaan dan Fasilitasi Kelompok Masyarakat KLH/BPH, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkuler, Agus Rusly, Tenaga Ahli Menteri bidang Persampahan, Bambang Suwerda, mitra KSM Pilah Berkah, serta Pembina KSM Pilah Berkah, Widodo Sambodo.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *