Penanganan Bencana di Tanah Air, Hari Ini

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data bencana di beberapa wilayah Indonesia dalam periode Minggu (3/5), pukul 07.00 WIB, hingga Senin (4/5), pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, tercatat beberapa kejadian yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.

Banjir terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan, pada Minggu (3/5), pukul 06.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa hujan lebat berdurasi panjang menyebabkan debit air Sungai Wal meluap. Akibatnya, banjir merendam satu desa di Kecamatan Lubuk Batang, yaitu Desa Gunung Meraksa.

Bacaan Lainnya

BPBD Kabupaten OKU mengidentifikasi sebanyak 164 KK atau 450 jiwa terdampak akibat insiden tersebut. Personel gabungan melakukan upaya penanganan darurat saat banjir melanda masyarakat. Di samping itu, untuk mengantisipasi meluasnya dampak, BPBD menyebarluaskan informasi peringatan dini dan kesiapsiagaan kepada warga. Pada Minggu petang (3/5), banjir yang menggenangi rumah warga masih belum surut.

Sementara itu, banjir juga terjadi di wilayah Kalimantan Barat. BPBD Kabupaten Landak melaporkan tiga desa di dua kecamatan terdampak peristiwa ini. Daerah yang terkena dampak, yaitu Desa Amboyo Utara di Kecamatan Ngabang serta Desa Meranti dan Desa Tau di Kecamatan Meranti. Sebanyak 34 KK atau 114 jiwa terdampak di tiga desa tersebut.

Peristiwa banjir di Kabupaten Landak terjadi pada Minggu (3/5) setelah hujan turun terus-menerus. Saat banjir terjadi, tinggi muka air di Desa Meranti teramati antara 40 hingga 1.000 cm. Berdasarkan pantauan pada Senin (3/5), air masih cenderung naik di Desa Meranti dan Desa Tau. Sementara itu, genangan di Desa Amboyo Utara telah surut.

Menyikapi potensi ancaman hidrometeorologi basah yang masih dapat terjadi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan wilayah di Pulau Jawa, bahkan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini menjadi kunci pengurangan risiko bencana. BNPB mengimbau BPBD untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur komunikasi sampai ke tingkat aparat desa guna mendukung aksi dini agar masyarakat terhindar dari bencana. Di samping itu, seluruh pihak diharapkan terus memantau dan memutakhirkan informasi sehingga peringatan dini dapat diteruskan kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *