KARANGANYAR Karanganyar.co.id– Dukungan terhadap penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis budaya terus mengalir. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menilai konsep Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pablengan memiliki potensi besar menjadi ikon wisata budaya baru sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Karanganyar.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Pembinaan, Ramah Tamah, dan Kurasi Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM Menuju Launching Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pablengan 2026 di kawasan wisata Sapta Tirta Pablengan, Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting menjelang peluncuran resmi Pasar Jadoel Reborn yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu Legi, 19 Juli 2026. Puluhan pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga insan media turut mengikuti rangkaian acara.
Dalam sambutannya, Siti Fauziah menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang harus terus didorong agar mampu naik kelas.
Menurutnya, peningkatan kualitas produk harus dibarengi dengan legalitas usaha, kemasan yang menarik, penguatan branding, hingga pemanfaatan pemasaran digital agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya melihat Pasar Jadoel Reborn memiliki konsep yang sangat baik karena memadukan budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga sehingga mampu menjadi contoh pengembangan wisata berbasis masyarakat yang menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menyatakan komitmennya mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis budaya tersebut.
Mewakili Bupati Karanganyar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Karanganyar, Drs. Titis Sri Jawoto, mengatakan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengembangan destinasi wisata berbasis budaya yang melibatkan masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendukung penuh upaya ini,” katanya.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan Kesenian Lesung Desa Pablengan, yang menjadi simbol pelestarian budaya lokal. Pertunjukan tersebut menggambarkan komitmen panitia menjadikan budaya Jawa sebagai identitas utama Pasar Jadoel Reborn.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pablengan, Yonatan Liliek Prihartanto, menjelaskan bahwa Pasar Jadoel Reborn tidak hanya menghadirkan aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi UMKM, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, Kecamatan Matesih memiliki potensi wisata yang saling terhubung, mulai dari Sapta Tirta Pablengan, Astana Giribangun, Astana Mangadeg, Kebun Teh Kemuning, Jeep Wisata Kemuning, Candi Sukuh, Candi Cetho, Telaga Madirda, hingga Air Terjun Jumog.
Ia berharap kehadiran Pasar Jadoel Reborn dapat menjadi destinasi penunjang yang membuat wisatawan tinggal lebih lama di Karanganyar sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif, kurasi produk UMKM, ramah tamah, serta foto bersama. Seluruh peserta optimistis Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pablengan akan berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya baru di Karanganyar yang mampu memperkuat sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan. ( Her/KTN)








