Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air, Hari Ini

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam periode Rabu (29/4), pukul 07.00 WIB hingga Kamis (30/4), pukul 07.00 WIB. Berdasarka data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, terdapat beberapa kejadian baru yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang.

Kejadian baru yang pertama adalah banjir di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (28/4). Bencana ini disebabkan adanya peningkatan debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah hulu dan sebagian wilayah Klaten. Banjir telah berdampak pada 11 rumah yang ditinggali 11 kepala keluarga, dua fasilitas pendidikan dan empat akses jalan hingga menghambat mobilitas masyarakat.

Bacaan Lainnya

Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Keden, Desa Bendo di Kecamatan Pedan. BPBD Kabupaten Klaten merespons laporan dan telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait. Hingga Rabu (29/4), banjir dilaporkan berangsur surut.

Selanjutnya di Kabupaten Banjarnegara, hujan lebat dan angin puting beliung melanda Desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (29/4) sekitar pukul 15.15 WIB. Sedikitnya 20 kepala keluarga terdampak dan dua orang mengalami trauma dan telah dirujuk ke puskesmas.

BPBD Kabupaten Banjarnegara mencatat kerugian materiil berupa 20 unit rumah warga mengalami kerusakan. Tim gabungan telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penanganan.

Sementara itu, cuaca ekstrem menerjang wilayah warga Desa Cisaat, dan Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Senin (27/4), sekitar pukul 13.30 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang ini berdampak pada 15 kepala keluarga.

Kerugian materiil tercatat rumah rusak berat satu unit, dan rusak sedang sebanyak 15 unit. Petugas BPBD setempat telah membersihkan pohon tumbang dan ranting-ranting yang tumbang akibat angin kencang.

Masih di provinsi yang sama, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Bandung, pada Senin (27/4), sekitar pukul 16.00 WIB. Wilayah yang terdampak cukup luas meliputi Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Desa Cingcin dan Desa Soreang di Kecamatan Soreang.

Akibat kejadian bencana ini, lima kepala keluarga terdampak, tiga orang mengungsi dan tujuh orang mengalami luka ringan. Kerugian materiil dilaporkan satu unit rumah rusak berat, empat rumah rusak ringan, dan satu unit fasilitas pendidikan rusak sedang.

BPBD Provinsi Jawa Barat bersama unsur terkait telah melakukan asesmen dilokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat. Kondisi terkini yang dilaporkan pada Rabu (29/4) petugas gabungan telah melakukan pembersihan material pohon tumbang di empat desa terdampak tersebut.

Menyikapi rangkaian kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.

BNPB juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *