31 Mei Hari Kesehatan dan Kesejahteraan Dunia, Kaum Ibu Ikuti Penyuluhan Kesehatan

Sleman, KabarTerkiniNews.co.id – Peringatan Hari Kesehatan dan Kesejahteraan Dunia setiap 31 Mei menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit dan tenaga medis, melainkan tanggung jawab setiap individu.
Momentum tersebut dimanfaatkan puluhan ibu-ibu anggota Aisyiyah Nogotirto, Gamping, Sleman, untuk mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai diabetes melitus dan hipertensi, dua penyakit kronis yang terus meningkat jumlah penderitanya.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Oryzati Hilman, MSc.CMFM, PhD, Sp.DLP, Sp.KKLP mengingatkan bahwa penyakit kronis tidak menular kini menjadi ancaman kesehatan yang semakin serius. Diabetes dan hipertensi sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga muncul komplikasi.

Bacaan Lainnya

“Orang sering merasa sehat karena tidak merasakan sakit apa-apa. Padahal tekanan darahnya sudah tinggi atau kadar gula darahnya sudah tidak normal. Ketika diketahui, kadang sudah terjadi gangguan pada jantung, ginjal, mata, bahkan pembuluh darah,” ujarnya.

Menurut Oryzati, perubahan pola hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit kronis. Konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak, kebiasaan kurang bergerak, serta tingginya tingkat stres menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.

Ia menjelaskan, hipertensi dan diabetes tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut. Saat ini, semakin banyak usia produktif yang terdiagnosis kedua penyakit tersebut akibat pola hidup yang kurang sehat.
“Kalau dulu banyak dianggap penyakit orang tua, sekarang tidak lagi. Anak muda bahkan usia produktif sudah banyak yang mengalami hipertensi maupun diabetes karena pola makan dan aktivitas fisiknya tidak terjaga,” katanya.

Oryzati menegaskan bahwa penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat. Langkah sederhana seperti mengurangi konsumsi minuman manis, membatasi makanan tinggi garam, memperbanyak sayur dan buah, berolahraga secara teratur, serta menjaga berat badan ideal dapat menurunkan risiko secara signifikan.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi kunci penting. Menurutnya, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan gula darah rutin dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini sebelum menimbulkan komplikasi.
“Jangan menunggu sakit. Periksa tekanan darah dan gula darah secara rutin. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan penyakit dan mencegah komplikasi,” jelasnya.

Koordinator kegiatan program Pengabdian Masyarakat UMY apt. Sri Tasminatun, S.Si., M.Si., mengatakan penyuluhan kesehatan menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Kami berharap masyarakat semakin mandiri menjaga kesehatan melalui perubahan pola pikir dan tindakan sehari-hari. Kesehatan harus dijaga sejak dini, bukan setelah sakit,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan 5 alat tensimeter kepada kader kesehatan yang akan membantu pemantauan tekanan darah warga. Selain itu juga diserahkan 1 alat pemeriksaan gula darah yang akan digunakan dalam kegiatan pemeriksaan rutin masyarakat.

Melalui penyuluhan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami bahaya diabetes dan hipertensi, tetapi juga mampu menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, di tengah meningkatnya angka penyakit kronis tidak menular, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dhani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *