Dasa Cita Keenam jadi Fondasi Penguatan SDM NTT Jelang HUT RI ke-81

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma menyampaikan pidato pembangunan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pidato pembangunan tersebut disampaikan di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Sabtu (15/8/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pidatonya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing NTT.

Hal tersebut diwujudkan melalui Dasa Cita Keenam, yang diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat pendidikan vokasi berbasis potensi daerah, serta menyiapkan generasi NTT yang kompeten, berkarakter dan siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Pada 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK tercatat mencapai 100,51 persen, sementara Angka Partisipasi Murni (APM) berada pada angka 70,18 persen.

Rata-rata Lama Sekolah juga mengalami peningkatan dari 8,02 tahun pada 2024 menjadi 8,22 tahun pada 2025. Sementara itu, Harapan Lama Sekolah meningkat dari 13,23 tahun menjadi 13,34 tahun.

Dari sisi mutu pendidikan, tercatat sebanyak 218 sekolah telah berakreditasi A, 432 sekolah berakreditasi B, dan 364 sekolah berakreditasi C.

Pemerintah Provinsi NTT terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan sejumlah satuan pendidikan baru.

Di antaranya pembangunan SMAN 13 Kota Kupang pada 2024, SMAN 1 Lamboya Barat pada 2025, serta Asrama Sekolah Vokasi Berasrama SMKN Sokoria yang pada 2026 memasuki tahap kontrak dan perencanaan.

Intervensi sarana dan prasarana pendidikan juga menjangkau 62 SMA dan 46 SMK pada 2024. Pada 2025, intervensi kembali dilakukan terhadap 72 SMA dan 17 SMK.

Memasuki 2026, fasilitas SMAN 13 Kota Kupang, SMA Negeri Ndondo di Kabupaten Ende, SMKN 1 Restorasi Golewa, dan SMKN 1 Amarasi Selatan memasuki tahap serah terima. Penguatan juga dilakukan melalui peningkatan jaringan internet sekolah.

Salah satu program Quick Wins yang mendapat perhatian adalah Program Pendampingan Seleksi UTBK, TNI, POLRI dan Sekolah Kedinasan. Program tersebut diikuti 1.984 peserta yang berasal dari 22 kabupaten/kota di NTT.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 33,5 persen siswa berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, 17,2 persen memilih TNI, 16,9 persen berminat masuk sekolah kedinasan, 9,1 persen memilih POLRI, dan 5,2 persen berminat memasuki dunia kerja. Dari program tersebut, tercatat 3.003 siswa berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

Penguatan SDM juga dilakukan melalui pendidikan vokasi. Pemerintah Provinsi NTT mengembangkan enam SMK Vokasi Unggul Potensi Daerah dengan kompetensi yang diselaraskan terhadap kebutuhan pembangunan dan dunia kerja.

Prestasi siswa turut menjadi indikator keberhasilan pembinaan pendidikan. Sejumlah prestasi berhasil diraih, antara lain medali emas pada cabang Atletik Lari 100 Meter, FIKSI SMK, serta FLS3N SMA bidang cerpen.

Pengembangan SDM berjalan beriringan dengan pembinaan pemuda dan olahraga.

Pada 2026, pembinaan atlet diperkuat melalui PPLD dan PPLMD sebagai bagian dari proses regenerasi atlet menuju PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar bersama NTT dan NTB.

Prestasi olahraga NTT dalam beberapa ajang nasional dan internasional juga menunjukkan tren positif.

Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, sebanyak 188 atlet NTT berhasil meraih 36 medali, terdiri dari tujuh emas, 13 perak dan 16 perunggu.

Pada PEPARNAS XVII Solo 2024, NTT mengoleksi 32 medali, yakni tujuh emas, 12 perak dan 13 perunggu.

Sementara pada POPNAS XVII Jakarta 2025, kontingen NTT memperoleh 11 medali yang terdiri dari satu emas, lima perak dan lima perunggu.

Prestasi lainnya ditorehkan pada Gelora Pencak Silat Yogyakarta 2025 dengan meraih Juara Umum II melalui dua medali emas dan satu perak.

Lima atlet NTT juga dipercaya memperkuat Indonesia pada SEA Games XXXIII Thailand 2025 dan berhasil menyumbangkan masing-masing satu medali emas, perak dan perunggu.

Pada PON Bela Diri II 2025 di Kudus, NTT kembali menunjukkan prestasi dengan meraih 16 medali dari enam cabang olahraga, terdiri dari dua emas, empat perak dan 10 perunggu.

Prestasi olahraga disabilitas juga terus berkembang. Hingga Juli 2026, atlet NPCI NTT telah meraih empat medali emas pada ASEAN Para Games XIII Thailand.

Secara akumulatif sepanjang 2023 hingga 2026, atlet NPCI NTT telah mengumpulkan 20 medali emas, 15 perak dan 14 perunggu dari berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

Menjelang PON XXII Tahun 2028, pemerintah memperkuat berbagai program pembinaan atlet potensial. Langkah tersebut dilakukan melalui seleksi atlet, latihan berkelanjutan, monitoring kondisi fisik dan teknik, try out nasional serta penguatan basis data atlet.

Di bidang kepemudaan, pemerintah juga memberikan pelatihan keterampilan yang meliputi kriya, desain grafis, fesyen, kuliner dan pengelasan.

Program tersebut telah menjangkau 656 peserta dari 12 kabupaten/kota dan menghasilkan 79 kelompok usaha pemuda yang memperoleh bantuan modal.

Gubernur menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari semangat Dasa Cita Keenam, yakni menghubungkan pendidikan berkualitas, pendidikan vokasi yang relevan, keterampilan, kepemudaan dan olahraga.

Dengan demikian, pembangunan SDM di NTT diharapkan mampu melahirkan generasi yang kompeten, berkarakter, produktif, sehat dan berdaya saing.

Generasi muda NTT juga diharapkan mampu mengambil peran yang semakin besar dalam pembangunan daerah serta menjadikan potensi daerah sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *