Sleman, KabarTerkiniNews.co.id – Fenomena menarik mewarnai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar di Kabupaten Sleman tahun ajaran 2026/2027. Di saat puluhan sekolah dasar negeri masih kesulitan mendapatkan peserta didik baru, sekolah swasta berbasis agama justru menjadi primadona dan dipenuhi pendaftar sejak jauh hari.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menunjukkan dari 374 SD negeri yang membuka penerimaan siswa baru, sebanyak 78 sekolah memperoleh kurang dari 10 murid. Bahkan ada yang hanya mendapatkan murid kurang dari 5 siswa. Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya jumlah anak usia sekolah, lokasi sekolah yang kurang strategis, hingga semakin kuatnya persaingan dengan sekolah swasta.
Di sisi lain, sejumlah SD swasta berbasis agama di DIY, justru mengalami lonjakan peminat. Reputasi sekolah yang menggabungkan pendidikan akademik, pembentukan karakter, pembiasaan ibadah, serta sederet prestasi di tingkat daerah hingga nasional membuat banyak orang tua rela mendaftarkan anaknya sejak dini. Bahkan beberapa sekolah swasta favorit telah menerapkan sistem daftar tunggu hingga beberapa tahun ke depan.
Salah seorang calon wali murid, Ika Diah, warga Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, mengaku sengaja memilih sekolah dasar swasta berbasis agama meski di dekat rumahnya terdapat sekolah negeri.
“Bagi saya, pendidikan di sekolah dasar adalah masa paling penting untuk membangun fondasi anak. Yang dicari bukan hanya nilai akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, disiplin, dan kebiasaan beribadah. Karena itu kami memilih sekolah swasta berbasis agama. Biayanya memang lebih tinggi, tetapi kami menganggapnya sebagai investasi pendidikan. Prestasi sekolah-sekolah swasta berbasis agama di Yogyakarta juga sudah terbukti, sehingga membuat kami semakin yakin,” ujar Ika Diah saat ditemuai awak media di SD Muhammadiyah Komplek Kolombo
Sejumlah SD swasta Muhammadiyah di DIY selama ini dikenal rutin meraih prestasi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Kompetisi Sains, serta berbagai kejuaraan robotik, bahasa Inggris, dan tahfiz di tingkat nasional. Selain prestasi akademik, sekolah-sekolah tersebut juga menawarkan program penguatan karakter, literasi, serta pendidikan keagamaan yang menjadi daya tarik utama bagi keluarga muda.
Di saat puluhan sekolah dasar negeri masih kesulitan mendapatkan peserta didik baru, sekolah swasta berbasis agama justru menjadi primadona dan dipenuhi pendaftar sejak jauh hari. seperti halnya SD Muhammadiyah Komplek Kolombo calon peserta didik juga harus antri
Fenomena bergesernya pilihan masyarakat ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan, pembentukan karakter, serta rekam jejak prestasi kini menjadi pertimbangan utama orang tua dalam menentukan sekolah bagi anak, bahkan mengalahkan pertimbangan biaya maupun status sekolah negeri atau swasta.
KabarTerkiniNews.co.id








