Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Warga Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan dibuat geger oleh aksi teror seorang pria misterius yang menyamar sebagai pocong jadi-jadian. Tak sekadar menakut-nakuti, pelaku diduga kuat memanfaatkan kostum tersebut untuk melancarkan aksi pencurian dengan dibekali senjata tajam jenis celurit.
Merespons keresahan warga, Polsek Bojong Polres Pekalongan langsung bergerak cepat. Personel Bhabinkamtibmas, Bripda Satya Jayawardhana menyambangi kediaman salah satu korban, Toni Haryanai, di Desa Legokclile pada Sabtu (27/6/2026) malam untuk mengumpulkan informasi dan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Kapolres Pekalongan melalui Kapolsek Bojong AKP Wastono, S.H membenarkan adanya laporan terkait gangguan kamtibmas yang bernuansa teror mistis palsu tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini tengah menjadi perhatian kepolisian.
Benar, kami menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya aksi pocong jadi-jadian yang disertai dengan dugaan percobaan pencurian dan kekerasan menggunakan senjata tajam. Kejadiannya terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026 dini hari lalu. Anggota kami sudah turun ke TKP untuk menggali keterangan dari para saksi dan korban, ujar AKP Wastono, Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan keterangan para saksi, kejanggalan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya sudah mulai dirasakan warga sejak Jumat (19/6) sekitar pukul 01.00 wib. Saat itu, salah seorang warga bernama Ibrahim sempat mendengar langkah kaki mencurigakan di belakang rumahnya yang disusul suara gaduh dari kandang kambing peliharaan.
Puncaknya terjadi pada Sabtu (20/6) sekira pukul 02.45 wib. Seorang anak perempuan berusia 12 tahun mendadak terbangun dari tidurnya. Betapa kagetnya ia saat melihat keluar jendela dan mendapati sesosok bayangan putih berbaju pocong berdiri di kegelapan.
Kengerian tidak berhenti di situ. Pelaku yang menggunakan kostum pocong tersebut kedapatan menyelipkan sebilah celurit melalui sela-sela jendela rumah yang berlubang dan rusak. Bilah tajam celurit itu bahkan sudah menjulur masuk ke dalam kamar dan berada sangat dekat dengan leher Ibrahim (15) yang saat itu sedang tertidur pulas tepat di balik jendela.
Dugaan sementara kami, pelaku menyamar menjadi pocong untuk mengelabui warga. Melalui sela jendela yang rusak, pelaku memasukkan celurit dengan maksud untuk menjangkau atau menarik handphone yang diletakkan korban di dekat kepalanya saat tidur. Namun, kami juga mendalami adanya indikasi kuat percobaan kekerasan, jelas AKP Wastono.
Aksi nekat si pocong palsu itu gagal total setelah anak yang ketakutan spontan berteriak histeris hingga membangunkan kedua orang tuanya. Panik karena aksinya tepergok, pelaku langsung menarik kembali celuritnya dan melarikan diri lewat lorong samping rumah menuju ke arah sungai di belakang permukiman.
Pemilik rumah, Toni Haryanai, sempat berupaya mengejar dan menyisir area menggunakan senter, namun pelaku berhasil meloloskan diri ke dalam kegelapan malam.
Polisi Minta Warga Aktifkan Siskamling
Pasca-insiden tersebut, Polsek Bojong langsung mengambil langkah-langkah preventif demi menjamin rasa aman masyarakat setempat. Polisi meminta warga untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Kami sudah mengarahkan pemilik rumah untuk segera memperbaiki dan menutup rapat jendela yang rusak agar tidak kembali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Selain itu, kami meminta perangkat RT dan warga setempat untuk mengaktifkan kembali ronda malam atau siskamling, terutama pada jam-jam rawan dini hari, imbau AKP Wastono.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
Kami meminta warga untuk tidak main hakim sendiri apabila mendapati ada hal serupa atau mencurigakan. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas setempat atau hubungi Call Center gratis 110 agar bisa kami tindak lanjuti dengan cepat, pungkasnya.
KabarTerkiniNews.co.id








